Desain biophilic berasal dari kata biophilia yang berarti cinta terhadap alam. Konsep desain ini bukan sekadar menambahkan tanaman hias, tetapi menciptakan suasana yang asri dan menenangkan. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental, mengurangi stres, serta membuat penghuni merasa lebih nyaman dan bahagia.

Prinsip Dasar Desain Biophilic di Ruang Keluarga
Biophilic kini banyak digemari karena bisa membawa nuansa alam ke dalam ruangan, termasuk saat menata ruang keluarga. Konsep ini tidak hanya membuat ruang terlihat indah, tetapi juga membantu menjaga ketenangan pikiran.
Untuk mengetahui cara kerja dan alasan desain ini disukai banyak arsitek, berikut prinsip dasar konsep biophilic yang menarik untuk dipahami.
-
Kehadiran Alam Langsung
Tanaman hijau di pojok ruangan, di atas rak, atau digantung dapat menghadirkan kesan alami yang menenangkan. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela tanpa penghalang membuat ruangan terasa lebih hangat dan cerah.
Udara segar bisa mengalir dengan baik jika jendela terbuka, menciptakan hembusan angin lembut. Kehadiran air mancur kecil atau akuarium turut menambah efek rileks melalui suara gemericik dan tampilan air yang menenangkan.
-
Analogi Alam
Jika merasa tanaman asli itu sulit, suasana alami bisa dibuat lewat benda yang meniru bentuk, pola atau tekstur alam. Pilihan furniture dengan garis lembut dan bentuk alami akan memberi kesan lebih natural daripada sudut yang kaku.
Material seperti kayu, batu, rotan atau linen bisa digunakan pada perabot dan hiasan rumah. Bahan-bahan tersebut menampilkan kesan natural.
Warna dalam desain biophilic biasanya terinspirasi dari bumi, seperti hijau daun, cokelat tanah dan biru langit. Selain itu, pola yang menyerupai urat kayu atau bentuk daun dapat memunculkan perasaan rileks secara alami.
-
Ruang Alam
Prinsip ini bersifat lebih abstrak karena berhubungan dengan cara ruang dibentuk agar menyerupai pengalaman saat berinteraksi dengan alam. Di ruang keluarga, suasana nyaman dapat tercipta lewat sudut kecil yang terasa aman dan menenangkan.
Contohnya, menempatkan sofa di pojok dengan pencahayaan lembut atau menambahkan jendela besar sebagai tempat membaca yang tenang. Tata ruang juga bisa dibuat menarik dengan menampilkan area yang tidak langsung terlihat, sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi siapa pun yang melihatnya.
Menerapkan Konsep Biophilic di Ruang Keluarga
Ruang keluarga merupakan tempat utama untuk beristirahat, berbincang dan menikmati waktu bersama. Karena itu, suasananya perlu dibuat senyaman mungkin agar memberikan energi positif bagi setiap anggota keluarga. Berikut cara mudah menerapkan konsep biophilic ruang keluarga.
1. Fokus pada Visual
Usahakan ruang memiliki pandangan langsung ke luar. Letakkan kursi menghadap taman atau jendela yang menampilkan langit. Cermin bisa membantu memantulkan cahaya alami dari luar rumah.
2. Libatkan Semua Indera
Ketenangan tidak hanya berasal dari pandangan mata. Suara gemericik air dari air mancur kecil atau musik lembut dapat menciptakan suasana damai. Tambahan aroma alami seperti wangi kayu atau bunga membuat suasana terasa lebih hidup dan menenangkan.
3. Pilih Material dengan Bijak
Gunakan bahan alami untuk menambah kesan hangat. Furnitur dari kayu asli memberi tampilan alami yang tak tergantikan. Karpet dari wol atau goni bisa menambah tekstur, sementara bantal dari kain linen atau katun memberikan sentuhan akhir yang nyaman.
4. Atur Pencahayaan yang Seimbang
Manfaatkan sinar matahari di siang hari untuk menerangi ruangan. Saat malam tiba, pilih lampu berwarna hangat dengan intensitas yang bisa diatur agar menyerupai cahaya senja. Pencahayaan seperti ini membantu tubuh tetap selaras dengan ritme alami.
5. Utamakan Kenyamanan dan Keamanan
Tata furnitur agar ruang terasa lapang dan mudah digunakan bersama keluarga. Ruang keluarga sebaiknya memberi rasa tenang bagi penghuninya. Sehingga bisa menjadi tempat untuk beristirahat dan berkumpul.
Perbandingan Jendela Biasa dan Skylight
Dalam desain biophilic, pencahayaan alami berperan untuk menciptakan suasana nyaman sekaligus hemat listrik. Dua pilihan yang sering dibandingkan adalah jendela biasa dan skylight, masing-masing dengan keunggulan tersendiri.
Jendela biasa membawa cahaya dari samping dan cocok untuk area dengan pemandangan luar, namun intensitas cahayanya terbatas. Skylight menghadirkan cahaya dari atas sehingga ruangan tampak lebih terang dan merata, ideal untuk ruang yang minim jendela. Dari segi efisiensi, skylight lebih hemat karena mampu mengurangi penggunaan lampu hingga 40%.
Jendela biasa memerlukan ruang dinding yang cukup dan bisa dibuka untuk ventilasi, sedangkan skylight dipasang di atap dan hanya beberapa tipe yang bisa dibuka. Pemilihannya bergantung pada kebutuhan ruang, pencahayaan, dan gaya desain rumah.
Rumah dengan Konsep Biophilic Maksimal
Berdasarkan review @designseedstudio yang dibagikan di YouTube channelnya, konsep biophilic bisa diterapkan dirumah apapun. Bahkan untuk rumah yang sudah berusia 40 tahun. Ruang keluarga dipenuhi pencahayaan alami dari jendela besar dan ventilasi silang yang membuat udara terus mengalir. Penambahan Balkon Prancis dan bukaan berperforasi di sekitar area ini juga menambah kenyamanan tanpa bergantung pada pendingin udara. Dilengkapi lantai yang menyatu hingga area taman, ruang keluarga terasa terbuka dan terhubung langsung dengan alam luar.
Menerapkan desain biophilic membuat ruang keluarga tampak segar dan indah. Prinsip ini membawa harmoni alam ke dalam rumah. Hal yang sekaligus menciptakan ruang modern namun tetap menenangkan bagi setiap penghuninya. /Fitri



